PEKANBARU (Rakyat Riau)- Seiring dengan menipisnya cadangan energi BBM, nipah menjadi alternatif yang penting sebagai bahan baku pembuatan ethanol (bahan pencampur BBM).
Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimiadari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme.
Menyikapi hal positif itu bagi pengembangan energi terbarukan, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal menginstruksikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) untuk melakukan pengkajian terhadap potensi nipah untuk dikembangkan sebagai bioetanol di Provinsi Riau.
"Riau memiliki potensi energi yang cukup besar. Untuk itu kita perlu menyusun strategi atas ketersediaan BBM yang jumlahnya semakin berkurang dengan mengembangkan potensi yang ada sebagai energi terbarukan. Salah satunya, yakni potensi nipah sebagai bahan pembuatan ethanol. Untuk itu, saya menginstruksikan kepada Balitbang dan Distamben untuk melakukan kajian terhadap potensi nipah itu," kata Gubri kepada wartawan usai menghadiri Riau Internasional Energi Expo (Riex) di Hotel Labersa, Siak Hulu, Kampar, Selasa (12/4) lalu.
Dalam pertemuan yang melibatkan banyak perusahaan yang bergerak disektor Migas itu, Gubri menyebutkan telah ada kendaraan di Indonesia yang menggunakan bioetanol ini. "Tadi saya sudah lihat mobilnya yang menggunakan campuran ethanol dengan campuran mencapai 20 persen. Hal ini perlu kita kembangkan juga di Riau," ungkapnya.
Gubri menambahkan, jika Provinsi Riau mampu, pihaknya bersedia memberikan subsidi. "Untuk subsidi tidak menjadi masalah. Kita akan bentuk tim melakukan persiapan penelitian program terhadap potensi nipah ini. Kita ingin nipah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya. (nik)
Karenanya, kebutuhan terhadap komoditas ini pada masa mendatang diperkirakan mengalami peningkatan yang signifikan. Bioetanol (C2H5OH) adalah cairan biokimiadari proses fermentasi gula dari sumber karbohidrat menggunakan bantuan mikroorganisme.
Menyikapi hal positif itu bagi pengembangan energi terbarukan, Gubernur Riau, HM Rusli Zainal menginstruksikan kepada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) untuk melakukan pengkajian terhadap potensi nipah untuk dikembangkan sebagai bioetanol di Provinsi Riau.
"Riau memiliki potensi energi yang cukup besar. Untuk itu kita perlu menyusun strategi atas ketersediaan BBM yang jumlahnya semakin berkurang dengan mengembangkan potensi yang ada sebagai energi terbarukan. Salah satunya, yakni potensi nipah sebagai bahan pembuatan ethanol. Untuk itu, saya menginstruksikan kepada Balitbang dan Distamben untuk melakukan kajian terhadap potensi nipah itu," kata Gubri kepada wartawan usai menghadiri Riau Internasional Energi Expo (Riex) di Hotel Labersa, Siak Hulu, Kampar, Selasa (12/4) lalu.
Dalam pertemuan yang melibatkan banyak perusahaan yang bergerak disektor Migas itu, Gubri menyebutkan telah ada kendaraan di Indonesia yang menggunakan bioetanol ini. "Tadi saya sudah lihat mobilnya yang menggunakan campuran ethanol dengan campuran mencapai 20 persen. Hal ini perlu kita kembangkan juga di Riau," ungkapnya.
Gubri menambahkan, jika Provinsi Riau mampu, pihaknya bersedia memberikan subsidi. "Untuk subsidi tidak menjadi masalah. Kita akan bentuk tim melakukan persiapan penelitian program terhadap potensi nipah ini. Kita ingin nipah menjadi sesuatu yang bermanfaat," ujarnya. (nik)